Ikan bakar bubara dalam olahan sederhana yang kaya rasa

Perjalanan dari Poso menuju Ampana harus terhenti karena ban mobil kami bocor. Sambil menunggu mobil lain menjemput, di lokasi itu saya mencium aroma ikan bakar dan kepulan asap pun terlihat dari warung makan yang tak jauh dari lokasi. Kebetulan! setelah kami menahan lapar sepanjang perjalanan saya mengajak rekan-rekan untuk mecoba hidangan disana. Semuanya setuju, lalu kami meninggalkan mobil begitu saja tanpa satupun menunggunya.

Warung pinggir jalan “tanpa nama” itu terletak di pinggir pantai. Siang hari yang sepi, hanya tampak seorang pengunjung disana. Bagai “macan mencari mangsa”, dalam keadaan lapar saya bergegas menuju dapur. Saya bertanya kepada sang juru masak, “menu apa yang tersedia?” Ia langsung menjawabnya dengan menunjukkan kotak es berisi puluhan ekor ikan bubara dengan rata-rata panjang sekitar 30cm. “cuma ada bubara.” jawabnya. “ok, pesan 5 porsi!” kata saya tanpa bertanya harga.

Sekitar 30 menit menunggu, ikan bubara bakar yang terdiri dari satu bakul nasi, sambal dabu-dabu, sayur bening kuah asam, dan sayur terong tersaji di meja kami. Bumbu Ikan bakar disini hanyalah perasan jeruk nipis dan garam, sehingga tidak merusak rasa asli ikan laut ini. Ikan dibakar diatas batok kelapa hingga medium well, matang diluar tapi lunak didalam, cara yang baik untuk menjaga kandungan protein didalamnya. Dengan harga 20rb/porsi, warung ini meyajikan harga dan cara pengolahan yang sederhana namun kaya rasa.

Ikan bubara oleh sebagian orang disebut ikan kue, umumnya ia selalu disajikan bersama sambal dabu-dabu. Sambal mentah yang terdiri dari irisan cabai rawit, tomat muda, bawang merah, garam, lalu diberi perasan jeruk nipis yang dapat pula diganti dengan minyak kelapa sesuai selera.

Lagi-lagi dabu-dabu menstimulasi memori saya agar tak melupakan kenikmatan sajian khas sulawesi. Sesampainya di Jakarta, saya pernah mencoba membuatnya, tapi rasanya tak selezat disantap di daerah asalnya.. Konon bahan dari daerah asal lah yang memberi citra rasa tersendiri. Sungguh eksotis !

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s